Tuesday, February 24, 2009

Film Ketika Cinta Bertasbih




Sudah lama saya mengangumi karya karya Habiburahman El Shirazhi tepatnya pada akhir Desember 2004 waktu itu ketika saya berniat mencari buku buku managemen dengan tidak sengeja saya melihat novel yang pada cover depannya terlihat unik, ya unik cover dengan latar wanita bercadar yang nampak terlihat mata birunya yang indah, novel itu berjudul Ayat-Ayat Cinta membaca novel ini bisa dijadikan awal betapa saya yang awam sastra ingin juga untuk belajar menjadi orang yang bisa mengolah kata kata hingga menjadi sebuah kalimat, paragraf, halaman, atau novel yang indah walaupun terkadang yang ada malah terkesan picisan, membaca novel ini juga ada sedikit girah untuk bisa memperdalam ilmu agama saya yang dirasa masih dangkal, walaupun akhirnya malah yang nampak jadi sok alim, membaca novel ini juga menjadikan awal betapa saya mengagumi dan terus terang “jatuh cinta’ dengan karya karya kang abik (biasa dipanggil) layaknya orang yang jatuh cinta, setelah itu saya memburu karya karya kang abik selain Ayat Ayat Cinta, ya..hampir semua atau bahkan sudah semua saya membaca karya kang abik, Pudarnya Pesona Cleopatra, Ketika Cinta Berbuah Surga, Diatas Sajadah Cinta, Dalam Mihrab Cinta, dan Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2,



Gaya bahasa yang mudah dimengerti membacanya seolah kita dibawa untuk bisa menjadi dan merasakan tokoh tokoh rekaan kang abik, semisal Fahri (Ayat Ayat Cinta) Azzam, Furqon, Anna, Eliana dan Husna (Ketika Cinta Bertasbih), Zahrana ( Dalam Mihrab Cinta ) Zahid ( Diatas Sajadah Cinta ) dan Raihana (Pudarnya Pesona Cleopatra)



Awal tahun 2008 novel fenomenal Ayat Ayat Cinta divisualkan kelayar lebar, film ini menyedot banyak kalangan termasuk kepala Negara, pun menurut saya pribadi film garapan Hanung Bramantio ini jauh dari yang diharapkan ada banyak pengurangan dan penambahan disana sini, tidak sedikit yang kecewa atas visual novel Ayat Ayat Cinta.



Seperti diberitakan diberbagai media Novel Ketika Cinta Bertasbih berencana akan difilmkan,novel yang entah berapa kali aku membacanya sampai sampai aku hafal dialognya, novel yang tidak kalah hebat dengan Ayat Ayat Cinta, novel pertama tentang entrepreneur, novel yang telah mengaduk ngaduk emosiku, novel yang benar benar indah, dan benar saja akhir tahun 2008 film ini sedang dalam proses penggarapan setelah hampir 3.5 bulan melakukan pencarian tokoh utama, yang akhirnya di malam Grand Final 5 Bintang Utama Film KCB yang ditayangkan live di RCTI pada Minggu/14 September 2008, tim juri yang terdiri dari Neno Warisman, Didi Petet, Habiburrahman El Shirazy, Chaerul Umam, dan juri tamu Deddy Mizwar telah memutuskan siapa-siapa saja yang terpilih untuk memerankan karakter utama dalam Mega Film Ketika Cinta Bertasbih yang diangkat dari novel best seller karangan Habiburrahman El-Shirazy.



Lima Bintang utama Mega Film Ketika Cinta Bertasbih tersebut ternyata datang dari berbagai daerah. Mereka antara lain adalah : M. Cholidi Asadil Alam [sbg. Azzam] dari PASURUAN; Alice Sofie Norin [sbg. Eliana] dari JAKARTA, Andi Arsyil Rahman Putra [sbg. Furqon] dari MAKASSAR, Oki Setiana Dewi [sbg. Anna] dari BATAM, dan Meyda Sefira [sbg. Husna] dari BANDUNG. Optimisme tim juri bahwa akan menemukan bakat-bakat terpendam dari daerah-daerah di Indonesia ternyata terbukti



Tidak seperti Ayat Ayat Cinta yang pengambilan gambarnya di India dan Indonesia, Ketika Cinta Bertasbih akan menjalani syuting di Cairo dan Indonesia, Untuk syuting Mega Film Ketika Cinta Bertasbih di Cairo, Sinemart Pictures telah mengantungi ijin dari pemerintah Mesir, dimana nantinya Sinemart akan bekerjasama dengan salah satu rumah produksi di sana, Mr. Mohamed Ashoob’s Film Company, di bawah pimpinan Mr. Adel Mohamed Abdelaziz Desouki Ashoob.



Trailer Filmnya sudah muncul di website resminya, Keren Banget sinematiknya..dan kalo boleh jujur lebih keren daripada Ayat-ayat Cinta, jadi semakin penasaran nunggu filmnya..










sumber : http://www.filmketikacintabertasbih.com/index.php

1 comment:

UnGu said...

film KCB pertama bikin penasaran, masa film bersambug gitu... kecewa.. tapi bagus sih filmnya